Sabtu, 31 Maret 2012

Jembatan Impian




Kakiku gemetar memandang arus sungai
Pusarannya menampakan taring yang siap mengoyak tubuhku
Namun, menjejakkan kaki nun di sebrang sana
Adalah kemestian yang tak dapat di tawar
Kunamai ini impian
Lama
Sepi
Kau dengan rakitmu
Adalah obat mujarab untuk kakiku
Kakiku yang tak sabar ingin gegas menjejak tanah sebrang sana
Akhirnya kusadari
Pertemuan denganmu adalah jembatan
“Terimakasih, Tuhan.”




Kamar Sunyi, 31 Maret 2012
08.43

Tidak ada komentar:

Posting Komentar